PERNYATAAN SIKAP
PENGURUS CABANG 0216 GENERASI MUDA FKPPI
PEMATANGSIANTAR
ATAS GUGURNYA 8 PRAJURIT TNI MENJADI KESUMA BANGSA DI PAPUA
Ibu pertiwi kembali harus kehilangan putra-putra terbaiknya ditangan para
pengkhianat bangsa di Papua. Kamis, 21 Februari 2013 kita dikagetkan oleh
berita dari media massa, 8 prajurit TNI yang bertugas di Papua tewas ditembak
gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pratu Wahyu Prabowo tewas terembak
di dada dan lehernya saat bertugas menjaga pos. Sementara 7 orang prajurit
lainnya, yakni, Sertu Ramadhan, Sertu M. Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka
Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa, tewas dalam penghadangan dan
penyerangan yang dilakukan OPM saat dalam perjalanan menuju bandara Sinak untuk
mengambil radio kiriman dari Nabire.
Ini bukan peristiwa penembakan pertama yang membuat prajurit TNI atau Polri
gugur di Papua. Sudah terlalu sering kita mendengar ada anggota TNI atau Polri
yang gugur di Papua karena di serang oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Entah
harus berapa banyak lagi putra-putra bangsa yang harus jadi korban di Papua.
Entah harus berapa banyak lagi istri yang menjadi janda dan anak menjadi yatim
karena ayah mereka gugur dalam mejaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indoesia.
Pemerintah tidak cukup hanya sekedar menyampaikan rasa belasungkawa dan turut
berduka cita. Harus ada tindakan nyata dan kongkrit dalam menghadapi apa yang
disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Apapun namanya, itu
merupakan betuk nyata pengkhianatan terhadap kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Oleh sebab itu tidak ada pilihan bagi Negara dalam
menghadapi pengkhianat selain menumpasnya. Pengkhianatan sekecil apapun dan
dalam bentuk apapun tidak bisa ditolerir dan jelas harus dimusnahkan dan ditumpas
dari setiap jengkal tanah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, Pengurus Cabang 0216 Generasi Muda FKPPI Pemtangsiantar, dengan tegas menyatakan:
1. Turut berduka cita yang paling dalam atas gugurnya kesuma bangsa, 8 prajurit
TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia di tanah Papua.
2. Mengutuk tindakan paling kejam dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan
oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap putra-putra terbaik Indonesia yang
sedang bertugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Meminta dan mendorong Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima tertinggi
Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan Operasi Militer dan penumpasan
terhadap semua bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh warga Negara Indonesia
dalam bentuk apapun di Papua.
4. Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah organisasi yang selama ini selalu
merongrong wibawa pemerintah dan melakukan terror kepada warga Negara Indonesia
di Papua dalam banyak bentuk terror. Merekalah yang sering membuat kekacauan di
objek-objek vital di Papua. Karena itu tidak ada alasan bagi Pemerintah untuk tidak melakukan Operasi Militer.
Operasi Militer merupakan pilihan paling tepat yang harus dilakukan oleh Markas
Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengahdapi semua rangkaian terror
dan pengkhianatan yang dilakukan OPM di Papua. Tidak boleh ada kompromi bagi
pengkhianat karena sejatinya pengkhianat adalah musuh nomor 1 (satu) yang harus
diwaspadai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demikian pernyataan ini dibuat seraya berempati kepada keluarga prajurit yang
ditinggalkan. Kami Generasi Muda FKPPI
Pematangsiantar menyatakan berbela sungkawa yang paling dalam. Semoga
keluarga 8 prajurit kesuma bangsa diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Pematangsiantar, 23 Februari 2013
PENGURUS CABANG 0216
GENERASI MUDA FKPPI
KOTA PEMATANGSIANTAR
Ketua Sekretaris
GUNTUR NASUTION UNUNG SIMANJUNTAK, SH